Magister(PS.AKU)

Profil

Program Studi

Ilmu Akuakultur (AKU) Magister

Sertifikasi

  • Terakreditasi A oleh BAN-PT untuk periode 2014-2019

Program Studi Ilmu Akuakultur (AKU)

       Program Studi Ilmu Akuakultur merupakan program studi yang diasuh oleh Depatemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Cikal bakal program studi ini adalah Program Studi Ilmu Perairan yang telah berdiri sejak tahun 1993, serta mendapat akreditasi Unggul (Program Magister) dan Baik (Program Doktor). Sejalan dengan penataan kurikulum yang berbasis kompetensi, Program Studi Ilmu Akuakultur ditetapkan melalui Sk Rektor IPB No. 027/K13/PP/2007, diformulasi khusus untuk mendalami ilmu-ilmu di bidang perikanan budidaya (akuakultur). Dengan berdirinya Program Studi Ilmu Akuakultu, maka mulai tahun 2007 Program Studi Ilmu Perairan sudah tidak ditawarkan lagi oleh Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Program studi ini mencakup dua strata, yakni Program Magister dan Program Doktor.

Program Magister

       Program Studi ini dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan ilmu dan teknologi untuk memecahkan masalah di bidang perikanan budidaya melalui pendalaman pada reproduksi dan genetik organisme akuakultur, nutrisi organisme akuakultur, penyakit organisme akuakultur dan pengendaliannya, atau lingkungan akuakultur, serta memahami interaksi bidang-bidang tersebut untuk pengembangan teknologi dan pengelolaan akuakultur yang berkelanjutan.

Mahasiswa dapat menyelesaikan Program Magister setelah menempuh kurikulum dengan beban ? 41 SKS. Struktur mata kuliah terbagi menjadi dua, yakni mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan. Mata kuliah wajib disusun untuk memberikan keilmuan secara umum yang harus dikuasai oleh seorang magister dalam bidang ilmu akuakultur. Sedangkan mata kuliah pilihan merupakan pendalaman keilmuan yang mendukung penyusunan Thesis dalam bidang Reproduksi dan Genetik Ikan, Nutrisi dan Kesehatan Ikan, atau Lingkungan dan Pengembangan Akuakultur.

  1. KOMPETENSI PROGRAM STUDI

–  Mampu mengembangkan pengetahuan dan teknologi di bidang akuakultur melalui riset, sehingga menghasilkan karya yang inovatif dan teruji,

–  Mampu mengidentifikasi dan memecahkan permasalahan di bidang akuakultur melalui pendekatan nutrisi, reproduksi dan genetika, kesehatan, lingkungan dan manajemen akuakultur,

–  Mampu mengelola riset akuakultur dan mengembangkannya sehingga bermanfaat bagi masyarakat dan keilmuan, serta mendapat pengakuan nasional dan internasional

LEARNING OUTCOMESPROGRAM STUDI

  1. 1. Mampu mengidentifikasi, menganalisis, serta memetakan permasalahan dan fenomena sebagai tolok ukur dalam pengembangan IPTEK di bidang akuakultur
  2. Mampu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi riset untuk pengembangan IPTEK di bidang akuakultur hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji
  3. Mampu mengevaluasi, menganalisis, menentukan kemampuan cerna, kebutuhan nutrien dan alokasi energi pada setiap tingkatan metabolisme dalam rangka efisiensi nutrien dan energi, serta mampu memformulasi dan membuat pakan organism akuatik dan memperhitungkan dampaknya terhadap lingkungan
  4. Mampu menganalisis dan mengelola lingkungan akuakultur tawar, payau dan laut berbasis pengetahuan dan riset untuk mendukung produksi akuakultur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan
  5. Mampu mendiagnosis penyakit infeksi dan non infeksi beserta gejala klinis dan histopatologinya, melakukan pencegahan dan pengobatan penyakit serta manajemen penyakit dalam kegiatan akuakultur
  6. Mampu menganalisis aspek lingkungan, perkembangan teknologi, kualitas dan pasar produk akuakultur (dikaitkan dengan pengembangan kapasitas dan/atau kawasan akuakultur), merencanakan dan mengorganisasikan input, dan melaksanakan proses produksi akuakultur berbasis efisiensi dan optimasi, serta mengevaluasi proses produksi (dikaitkan dengan ketepatan rencana, efektivitas proses dan keberlanjutan usaha)
  7. 7. Mampu menjelaskan, mengevaluasi dan menginterpretasikan data, fakta, teori, dan pengalaman dalam bidang reproduksi dan perkembangan serta genetika hewan air untuk kepentingan pengembangan akuakultur

8. Mampu mengelola dan mengembangkan riset, serta mengomunikasikan hasilnya ke komunitas ilmiah dan umum, baik pada tataran nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *