Himpunan Mahasiswa Profesi Akuakultur (HIMAKUA) IPB melakukan aksi tebar 60.000 ikan nilem (Osteochilus hasselti), dan 3000 ekor ikan Tawes (Puntius sp) di perairan waduk SituGede, Bogor pada hari Jumat (19/10). Kegiatan ini merupakan rangkaian dari acara Aquaculture Festivals yang diselenggarakan oleh HIMAKUA setiap tahunnya dan  tahun 2018 terselenggara berkat kerjasama dengan BBPAT Sukabumi, BRPBATPP Sempur, dan BBI Kab. Bogor. Kegiatan tebar benih ikan ini bertujuan untuk menjadikan perairan publik menjadi lebih produktif dan bermanfaat bagi komunitas di sekitarnya melalui kegiatan Aquaculture Based Fisheries.

Aquaculture Based Fisheries atau yang lebih dikenal dengan Culture Based Fisheries (CBF) adalah salah satu bentuk bidang kegiatan akuakultur (berdasarkan definisi yang diberikan oleh FAO) dimana prakteknya sedikit berbeda dengan akuakultur yang konvensional. Pada kegiatan CBF, akuakultur hanya memberikan input berupa benih yang siap tebar sedangkan produktivitas dibiarkan bergantung sepenuhnya pada kesuburan perairan. Panen ikan dilakukan dengan metode penangkapan pada akhir masa pemeliharaan, akan tetapi berbeda dengan perikanan tangkap konvensional, kepemilikan (ownership) atas ikan adalah sepenuhnya bagi komunitas/ individu yang menebar benih ikan. Konsep ini sangat umum dilakukan oleh petani ikan di negara Kamboja, Vietnam, Bangladesh, dan Sri Lanka. Metode ini di Indonesia belum diaplikasikan secara masiv terutama pada badan perairan kecil seperti waduk/situ, padahal potensi untuk itu sangat besar

Masyarakat di sekitaran waduk situgede sendiri memiliki pesta rakyat yang telah berjalan sejak zaman kolonial belanda. Menjelang bulan suci Ramadhan biasanya warga bersama-sama turun ke waduk situgede melakukan penangkapan ikan dan tradisi tersebut dikenal dengan istilah “Ubek/Ngubek setu”. Saat ini kegiatan masyarakat tersebut telah menjadi kegiatan rutin tahunan dan menjadi salah satu acara wisata yang diharapkan dapat mengundang wisatawan, terutama yang lokal untuk hadir dan menghidupkan geliat ekonomi masyarakat setempat. Pemilihan ikan nilem dan tawes sebagai spesies yang ditebar mempertimbangkan fakta bahwa spesies ikan ini adalah salah satu native species di daerah Jawa Barat, dengan begitu diharapkan kegiatan CBF tidak akan merusak keserasian ekologi akuatik di waduk Situgede. Waduk Situgede memiliki luas 4,5 hektar dan dikelilingi hutan lindung tropis seluas 60 hektar lebih.