SEPENGGAL SEJARAH FPIK


Masa Persiapan (Sebelum 1963)
FPIK-IPB didirikan pada tanggal 1 September 1963 dengan nama FakultasPerikanan (Faperikan), bersamaan dengan berdirinya Institut PertanianBogor. Akan tetapi, perintisan untuk mendirikan Fakultas Perikanan inisudah dimulai sebelumnya, yaitu pada tahun 1960 melalui Surat Keputusandari Presidium Universitas Indonesia No. M.2252/98/K-60 dibentuk PanitiaPenyelenggara Jurusan Perikanan Laut pada Fakultas Kedokteran Hewandan Peternakan di Bogor. Panitia ini terdiri atas Prof Dr Ir I Titus (sebagaiketua merangkap anggota), Drs Soemardi Sastrakusumah (sebagaisekretaris merangkap anggota), Prof Dr AJ Darman, drh RA Muchlis, drhMuchidin Apandi, drh R Soeratno, dan Dr Soekardja Somadikarta. Padatahun 1960 dibuka Jurusan Perikanan Laut di bawah Fakultas KedokteranHewan, Peternakan dan Perikanan Laut (FKHP) UI dengan Drs SumardiSastrakusumah yang ditunjuk sebagai Ketua Jurusan.Berdasarkan penuturan Prof Dr Sri Lestari Angka, ketika jurusan perikananlaut dibentuk pada tahun 1960 peminatnya sekitar 40 orang dengan dayatampung hanya 25 orang. Dari 25 orang, ada 2 orang wanita, termasukProf Sri Lestari Angka. Perkuliahan dan praktikum diadakan 2 hari diBogor dan sisanya di Jakarta. Selama perkuliahan, terdapat pengajar dariLON, LPPL, LPPD, Departemen Perikanan, dan Akademi Ilmu Pelayaran.Selain ilmu perikanan, mahasiswa juga diajarkan tentang ilmu pelayaran,khususnya navigasi seperti membaca posisi bintang, mata angin, berikutmanfaatnya.
Pada tahun 1961 dibuka Jurusan Perikanan Darat di bawah FakultasPertanian UI. Dosen yang turut berperan dalam pembentukan jurusanini adalah Prof Dr Gunawan Satari dan Hasanuddin Saanin. HasanuddinSaanin kemudian ditunjuk sebagai Ketua Jurusannya.Sebagaimana dituturkan oleh Hudonarto (angkatan tahun 60, NIM1692) bahwa pada tahun 1961 ada program Jurusan Perikanan DaratDepartemen Agronomi Fakultas Pertanian UI. Mahasiswa yang berminatsaat itu berjumlah 25 orang, tetapi 7 orang kemudian mengundurkandiri dan memilih jurusan pertanian. Penyusunan silabus pertama kalidibuat oleh Hasanuddin Saanin yang pada saat itu menjabat sebagaiKepala Lembaga Penelitian Perikanan Darat (LPPD) Bogor. Sementarabeberapa dosen yang mengajar berasal dari Fakultas Pertanian danFakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan, di antaranya Drs DjokoSoedarmo, MSc (mata kuliah biokomia) dan Drs Harimurthi, MSc (matakuliah pemuliaan hewan). Keperluan praktikum dibantu oleh M. Tasripin(Kepala Dinas Perikanan Darat Kab Bogor). Beliau kemudian menyiapkankolam-kolam percobaan di Cibalagung serta bimbingan teknis praktiklapang. Dengan demikian, resmilah terbentuk jurusan perikanan daratdengan ketua jurusan dirangkap oleh Dr Ir Gunawan Satari (Ketua JurusanAgronomi). Perkuliahan dikoordinir oleh Hasanuddin Saanin (Kepala LPPD)dan kegiatan laboratorium oleh Mas Sachlan (Kabag Algologi LPPD).
Masa Perkembangan (1963–1993)Pada tahun 1963, Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan,Peternakan dan Perikanan Laut UI memisahkan diri dari UI dan membentukInstitut Pertanian Bogor (IPB) yang terdiri atas lima fakultas, yaitu FakultasPertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Perikanan, FakultasPeternakan, dan Fakultas Kehutanan. Pendirian 5 fakultas tersebutdisahkan melalui Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan IlmuPengetahuan No. 92/1963 tanggal 1 September 1963.Pada awal pendiriannya, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK-IPB)masih bernama Fakultas Perikanan (Faperikan)-Institut Pertanian Bogor.Dosen pengajar pada saat itu masih sangat terbatas, sehingga dalampengajaran banyak dibantu oleh dosen luar biasa. Dosen-dosen tersebutdi antaranya Hasanuddin Saanin (Dosen Ichtyologi, Eksploitasi PerairanUmum, Dinamika Populasi Ikan), Mas Sachlan (Dosen Planktonologi), M Unar (Dosen Hasil-hasil Perairan/Perikanan), Ir Soedarsono, MSc,Ir Hasjim, MSc, Dr Aprilani Soegiarto, Dr Kasijan, Drs Rustam, Dr GatotRahardjo, dan V Susanto.Lembaga/instansi yang ikut berjasa dalam memberikan dukungan dansumbangsih bagi pengembangan Faperikan-IPB di awal pendiriannya antara lain sebagai berikut

?Lembaga Penelitian Perikanan Darat (LPPD), Ditjen Perikanan-Departemen Pertanian Republik Indonesia (RI) yang berlokasidi Sempur, Bogor. Lembaga tersebut telah memberikan fasilitaspengadaan kuliah dan praktikum Mata Kuliah (MK) untuk jurusanperikanan darat, seperti MK Limnologi, Planktonologi, Penyakit,dan Hama Ikan. Pada waktu itu, tenaga ahli, asisten dari LPPD yangberperan di antaranya Drs Atmadja Harjamulia, Drs Ahmad Sarnita,Drs Nengah, Drs Rachmatun, dan Drs Mahfud.

  • Lembaga Penelitian Perikanan Laut (LPPL), Ditjen Perikanan, PasarIkan Jakarta, dan Lembaga Penelitian Laut (LPL).
  • Direktorat Jenderal Perikanan, Departemen Pertanian, Jakarta.
  • Lembaga Penelitian Laut (berubah menjadi LON-LIPI dan sekarangP2O-LIPI).
  • Akademi Ilmu pelayaran.

    Pada tahun 1962–1967, Faperta/FKHPPL merekrut beberapa SarjanaPertanian/Biologi Perikanan, antara lain Ir Kusman Sumawidjaja, Ir PongSuwignyo, Ir Sumono, Drs M Ichsan Effendie (Biologi ITB), Drs OmaySantika (MIPA-UGM), Gelar Wira Atmadja, AU Ayodhyoa, MSc, dan IrSugiarti Suwignyo.

    Sumber : PengembanganFakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan50 Tahun ke Depan


    PROFIL


    Departemen Budidaya Perairan (BDP) mengemban mandat untuk mengembangkan sains, teknologi, dan manajemen perikanan budidaya baik di perairan tawar, payau, dan laut yang mencakup ikan dan tanaman akuatik, menjadi  lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Departemen BDP memiliki program studi sarjana dan pascasarjana yang kompeten dalam memecahkan masalah budidaya ikan dan mengembangkan keilmuan dan teknologi. Saat ini BDP mengelola tiga program studi. Teknologi dan Manajemen Perikanan Budidaya (TMPB) adalah program studi sarjana yang telah terakreditasi A (sangat baik) oleh BAN-PT. Pada tahun 2013, TMPB juga telah terakreditasi internasional oleh Asean University Network-Quality Assurance (AUN-QA). Untuk jenjang pascasarjana, Departemen BDP mengelola Program Studi Ilmu Akuakultur (Magister dan Doktor) dimana kedua program studi tersebut telah terakreditasi A (Sangat Baik) oleh BAN-PT. Saat ini, Departemen BDP saat ini dipimpin oleh Prof.Dr.Ir. Muhammad Agus Suprayudi, M.Si


    VISI


    Sebagai departemen unggulan berkualitas internasional dalam pengembangan ilmu, teknologi dan sumberdaya manusia dengan budidaya ikan tropis sebagai inti kemampuannya pada tahun 2025..


    MISI


    1. Menyelenggarakan pendidikan yang relevan, terfokus dan berbasis penelitian untuk menghasilkan lulusan berkualitas dan berkemampuan mandiri mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan serta inovasi teknologi untuk menunjang pembangunan perikanan budidaya yang menguntungkan, dapat diterima secara sosial dan politik, dan dapat menyatu dengan lingkungan.
    2. Melaksanakan penelitian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga berguna bagi peningkatan efisiensi proses produksi dan pengembangan teknologi perikanan budidaya tropika.
    3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat untuk menumbuh-kembangkan kepekaan dan tanggung jawab sosial segenap dosen dan mahasiswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada akhirnya diharapkan menghasilkan konsep-konsep pembangunan perikanan budidaya tropika untuk diterima menjadi dasar kebijakan.

    TUJUAN


    Menghasilkan lulusan yang berkualitas yang mampu menerapkan dan mengembangkan IPTEKS, serta memberikan inovasi teknologi dan manajemen industri perikanan budidaya untuk kawasan tropika dalam mendukung pembangunan nasional dan memperbaiki kesejahteraan umat manusia.

    Secara khusus tujuan departemen BDP adalah:

    1. Menyelenggarakan pendidikan yang relevan untuk menghasilkan lulusan berkualitas guna menunjang pembangunan perikanan budidaya yang menguntungkan, dan berkelanjutan.
    2. Melaksanakan penelitian untuk pengembangan IPTEKS akuakultur.
    3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat untuk menumbuh-kembangkan kepekaan dan tanggung jawab sosial segenap dosen dan mahasiswa.

    SASARAN


    1. Terwujudnya penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan mampu berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional;
    2. Terselenggaranya penelitian di bidang perikanan budidaya tropika yang berkualitas dan berkelanjutan serta mampu menjadi jembatan bagi kompetensi dosen dan mahasiswa;
    3. Pemanfaatan melalui diseminasi hasil-hasil penelitian dan IPTEKS dari dosen atau mahasiswa untuk memperkaya perkembangan ilmu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.