ASEAN Fisheries Education Network

“In order to strengthen and promote collaboration in education, research, information exchange as well as staff and student exchange in aquaculture

“In order to strengthen and promote collaboration in education, research, information exchange as well as staff and student exchange in aquaculture and fisheries among ASEAN countries and with other international institutions and organizations for sustainable development of aquaculture and fisheries in the region, nine Universities including Can Tho University (Vietnam), Kasetsart University (Thai

land), Nong Lam University (Viet Nam), Prince of Songkla University (Thailand), Rajamangala University of Technology Srivijaya (Thailand), Universitas Airlangga (Indonesia), Universitas Brawijaya (Indonesia), Universiti Malaysia Terengganu (Malaysia), Universiti Sains Malaysia (Malaysia) has jointly established and made the Declaration of the ASEAN Fisheries Education Network (ASEAN-FEN) on 30 October 2014 during the International Fisheries Symposium – IFS2014, Surabaya, Indonesia.”


Asean-Fen

Thanks to IPB for inviting us to present ASEAN-FEN to Indonesian Fisheries & Aquaculture students this morning. Feel free to join…register at: http://ipb.link/resgist-webinar-asc

SEMINAR NASIONAL AKUAKULTUR 2021

Staf pengajar Departemen Budidaya Perairan, FPIK-IPB berpartisipasi sebagai narasumber dalam Seminar Nasional Akuakultur Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram pada tanggal : 27-28 Mei 2021.
Topik yang diangkat dalam acara tersebut yaitu :
Teknologi Produksi dan Reproduksi Akuakultur
Manajemen Media Akuakultur
Manajemen Nutrisi Ikan
Manajemen Kesehatan Ikan
Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Perikanan
Prof. Dr. M. Agus Suprayudi menjadi Narasumber dalam kegiatan tersebut

Seminar akuakultur

September 20th – October 18th 2020
Aquafest 2020, the largest annual aquaculture festival in Indonesia was held virtually by the Aquaculture Student Association (Himakua)-FPIK, IPB University.
There were two main activities in Aquafest 2020, namely e-conference and competitions. E-conferences took the form of virtual seminars and workshops, while the competitions included contests of infographic, videographics, and video photo.

Sumber:
http://bdp.fp.unram.ac.id/?p=2012

Jadwal Kuliah PS.AKU

Jadwal Kuliah PS.AKU Magister (S2)

Hari Pukul Kuliah/Praktikum Kode M.Kuliah NAMA MATA KULIAH SKS Ruang Dosen Penanggung Jawab
Senin 08.00 - 09.40 Kuliah AKU641 Patologi Ikan 2 (2-0) Daring/Luring Dr. Ir. Sukenda, M.Sc.
08.00 - 09.40 Kuliah BDP641 Patologi Ikan 3 (2-3) Daring/Luring Dr. Ir. Sukenda, M.Sc.
10.00 - 11.40 Kuliah AKU622 Genetika dan Seleksi Ikan 3(2-1) Daring/Luring Dr. Ir. Odang Carman, M.Sc.
10.00 - 11.40 Kuliah BDP621 Genetika Ikan 3(2-3) Daring/Luring Dr. Ir. Odang Carman, M.Sc.
13.00 - 14.40 Kuliah AKU522 Fisiologi dan Tingkah Laku Larva 2(2-0) Daring/Luring Dr. Ir. Irzal Effendi, M.Si.
13.00 - 14.40 Kuliah BDP522 Fisiologi dan Tingkah Laku Larva 2(2-0) Daring/Luring Dr. Ir. Irzal Effendi, M.Si.
Hari Pukul Kuliah/Praktikum Kode M.Kuliah NAMA MATA KULIAH SKS Ruang Dosen Penanggung Jawab
Selasa 08.00 - 09.40 Kuliah AKU642 Imunoteknologi Akuakultur 3(2-1) Daring/Luring Dr. Ir. Sukenda, M.Sc.
08.00 - 09.40 Kuliah BDP642 Imunologi Ikan 3(2-3) Daring/Luring Dr. Ir. Sukenda, M.Sc.
10.00 - 16.00 Kuliah AKU691 Kolokium 1(0-1) Daring/Luring Ketua Program Studi
10.00 - 16.00 Kuliah BDP601 Kolokium 1(0-1) Daring/Luring Ketua Program Studi
Hari Pukul Kuliah/Praktikum Kode M.Kuliah NAMA MATA KULIAH SKS Ruang Dosen Penanggung Jawab
Rabu 08.00 - 09.40 Kuliah STK512 Statisktik 3 (3-1) Daring/Luring TIM Pengajar
Hari Pukul Kuliah/Praktikum Kode M.Kuliah NAMA MATA KULIAH SKS Ruang Dosen Penanggung Jawab
Kamis 08.00 - 09.40 Kuliah AKU611 Pengembangan Akuakultur Berkelanjutan 2(2-0) Daring/Luring Dr. Ir. Tatag Budiardi, M.Si.
10.00 - 11.40 Kuliah AKU612 Manajemen Bisnis dan Regulasi Akuakultur 2(2-0) Daring/Luring
13.00 - 14.40 Kuliah AKU651 Engineering Ekologi Akuakultur 2(2-0) Daring/Luring
13.00 - 14.40 Kuliah BDP651 Monitoring dan Evaluasi Lingkungan Akuakultur 2(2-0) Daring/Luring Dr. Ir. Eddy Supriyono, M.Sc.
Hari Pukul Kuliah/Praktikum Kode M.Kuliah NAMA MATA KULIAH SKS Ruang Dosen Penanggung Jawab
Jum'at 08.00 - 09.40 Kuliah AKU631 Bioenergetika Ikan 2(2-0) Daring/Luring Prof. Dr. Ir. Muhammad Agus Suprayudi M.Si.
08.00 - 09.40 Kuliah BDP631 Bioenergetika Ikan 2(2-0) Daring/Luring Prof. Dr. Ir. Muhammad Agus Suprayudi M.Si.
13.00 - 14.40 Kuliah PPS500 Bahasa Inggris 3(3-0) Daring/Luring



Jadwal Kuliah PS.AKU Doktor (S3)

Hari Pukul Kuliah/Praktikum Kode M.Kuliah Nama Mata Kuliah SKS Ruang Dosen Penanggung Jawab
Senin 08.00 - 09.40 Kuliah AKU725 Fisiologi Pertumbuhan Hewan Akuatik 3(3-0) Daring/Luring Prof. Dr. Ir. M. Zairin Jr., M.Sc.
10.00 - 11.40 Kuliah AKU724 Fisiologi Reproduksi Hewan Air Lanjutan 2(2-0) Daring/Luring Prof. Dr. Ir. M. Zairin Jr., M.Sc.
13.00 - 14.40 Kuliah AKU732 Nutrisi Proses Produksi Ikan 2(2-0) Daring/Luring Dr. Ir. Dedi Jusadi, M.Sc.
Hari Pukul Kuliah/Praktikum Kode M.Kuliah Nama Mata Kuliah SKS Ruang Dosen Penanggung Jawab
Selasa 08.00 - 09.40 Kuliah AKU793 Kolokium 1(0-1) Daring/Luring Ketua Program Studi
08.00 - 09.40 Kuliah AKU711 Evaluasi Produksi dan Bisnis Akuakultur 2(2-0) Daring/Luring Dr. Ir. Tatag Budiardi, M.Si.
Hari Pukul Kuliah/Praktikum Kode M.Kuliah Nama Mata Kuliah SKS Ruang Dosen Penanggung Jawab
Rabu 08.00 - 09.40 Kuliah AKU722 Rekayasa Gen Ikan 3(2-1) Daring/Luring Dr. Alimuddin, S.Pi., M.Sc.
Hari Pukul Kuliah/Praktikum Kode M.Kuliah Nama Mata Kuliah SKS Ruang Dosen Penanggung Jawab
Kamis 10.00 - 11.40 Kuliah AKU752 Fisio-Toksilogi Akuakultur 2(2-0) Daring/Luring Dr. Ir. Eddy Supriyono, M.Sc.
13.00 - 14.40 Kuliah AKU791 Kualifikasi Tertulis 2(2-0) Daring/Luring Tim Penguji
Hari Pukul Kuliah/Praktikum Kode M.Kuliah Nama Mata Kuliah SKS Ruang Dosen Penanggung Jawab
Jumat 13.00 - 14.40 Kuliah AKU792 Kualifikasi Lisan 2(2-0) Daring/Luring Tim Penguji

Pakar IPB Tawarkan Roadmap

Pakar IPB Tawarkan Roadmap Pengembangan Lobster Nasional

Irzal EffendiDosen IPB University Dr Irzal Effendi mengatakan, budidaya lobster di tanah air belum berkembang. Menurutnya, belum berkembangnya budidaya lobster di tanah air ini berkaitan dengan masih adanya produksi lobster hasil penangkapan.

Hal ini memunculkan ungkapan, buat apa bersusah payah budidaya lobster, sementara di alam masih tersedia. “Oleh karenanya, usaha budidaya lobster belum kompetitif dibandingkan dengan penangkapan,” ujar dosen IPB University dari Departemen Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (BDP-FPIK) yang pernah meneliti agribisnis lobster pada tahun 1995 di Papua dan pembudidayaannya pada tahun 2004 dan 2018 di Nusa Tenggrara Barat.

Dr Irzal mengemukakan, untuk mengembangkan budidaya lobster nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan, perlu roadmap yang bisa menjadi acuan bagi pemerintah, pelaku usaha, peneliti dan masyarakat. “Roadmap tersebut mencakup 12 langkah berupa program di level on farm dan off farm,” tutur Ketua Program Studi Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya Sekolah Vokasi, IPB University ini.

Dua belas langkah yang dimaksud adalah penentuan lokasi pengembangan, pendugaan stok lobster di alam, pengembagan teknologi dan manajemen pendederan dan pembesaran, pengembangan pembenihan (hatchery), serta pengembangan pasar dan agribisnis.

Selain itu, pengembangan aspek legal, pengembangan sumber daya manusia dan kelembagaan, pengelolaan lingkungan perairaan, penerapan standarisasi dan sertifikasi, pelepasliaran, pengembangan fasilitas produksi serta pengembangan infrastruktur wilayah.

“Lokasi pengembangan budidaya harus sesuai berdasarkan pertimbangan biologis, ekologis dan bisnis serta dengan memperhatikan aspek sosial budaya, sehingga dicapai kelangsungan hidup, pertumbuhan dan produksi lobster yang maksimum serta efisiensi usaha yang tinggi. Pengkajian stok lobster berbagai stadia (ukuran) di alam harus dikerjakan guna memberi kepastian ketersediaan benih bagi usaha budidaya yang masih menggunakan benih alam. Hasil kajian ini juga bisa memberi informasi jumlah, ukuran, lokasi dan waktu (musim) benih yang boleh diambil dari alam secara lestari untuk keperluan input produksi budidaya,” ujarnya dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (14/11).

Dr Irzal juga menyampaikan bahwa teknologi dan manajemen pembenihan (hatchery), pendederan serta pembesaran lobster perlu dikembangkan. Hal tersebut mencakup konstruksi wadah, benih, pakan, kesehatan, kualitas air, monitoring pertumbuhan dan populasi, panen dan pascapanen.

“Pengembangan ditujukan untuk meningkatkan keberlangsungan hidup dan memacu pertumbuhan sehingga diperoleh produksi dengan produktivitas yang tinggi. Kematian lobster yang tinggi merupakan akibat kanibalisme dan pertumbuhan lambat yang perlu diatasi dengan pengembangan teknologi lingkungan dan pakan,” ujarnya.

Pakan buatan lengkap yang lebih praktis dan bisa tersedia setiap saat perlu dikembangkan. Hatchery lobster perlu dibangun untuk menyediakan benih secara tepat waktu, tepat jumlah, tepat mutu dan tepat harga (4T), serta bisa mengurangi ketergantungan kepada benih dari alam yang seringkali tidak 4T. Riset yang mencakup pengelolaan induk, pemeliharaan larva dan benih, serta kultur pakan alami plankton perlu dilakukan dan dimulai sekarang, mengingat pengembangan hatchery lobster bersifat jangka panjang.

“Bisnis hatchery lobster awalnya belum menguntungkan mengingat lamanya stadia larva phyllosoma yang konon mencapai 3-9 bulan. Oleh karena itu perlu peran pemerintah melalui lembaga penelitian dan perekayasaan terkait yang didukung oleh akademisi dari perguruan tinggi, untuk membuat percontohan hatchery lobster untuk pelaku usaha dan masyarakat,” ujar Dr Irzal.

Ia juga menyampaikan jika kondisi ekosistem perairan, sosial ekonomi budaya lokasi dan teknologi adaptasi benih restocking, serta metode restocking, termasuk rancangan monitoring dan evaluasi lobster yang di-restocking harus dikuasai, sehingga tujuan restocking yakni menjaga kelestarian lobster bisa dicapai. Aspek sosial ekonomi budaya kawasan restocking perlu diperhatikan mengingat restocking dilakukan di perairan yang bersifat common property, open access dan multiple purposes.

“Pengembangan pasar dan agribisnis perlu dilakukan untuk menjamin ketersediaan pasar lobster ukuran konsumsi yang bersifat eksotik, dengan karakteristik pasar yang cenderung terkonsentrasi pada kawasan atau negara tertentu dan segmen kalangan menengah ke atas di kawasan metropolitan dunia. Perlu perluasan pasar dari sekedar ke Cina dan kawasan Asia Timur lainnya, yakni ke Uni Eropa, Amerika Serikat dan Timur Tengah melalui promosi, standarisasi/sertifikasi dan sebagainya,” tuturnya.

Ia juga menuturkan jika pemerintah bisa berperan dalam penetrasi pasar lobster dengan menekan biaya angkut produk ke mancanegara. Pasar dalam negeri tidak boleh dikesampingkan, mengingat populasi penduduk Indonesia yang tinggi dan berkembangnya kawasan pertumbuhan yang mengarah kepada konsep megapolitan. Masa pandemi COVID-19 ini memang menekan pasar seafood global, namun akan bersifat sementara dan pasar laten tetap besar termasuk pasar domestik.

Dewasa ini pasar global seafood, terutama Cina, mulai menggeliat dan bergerak meningkat secara signifikan. Diperkirakan tahun ini juga akan kembali normal bahkan melampaui tahun sebelum adanya COVID-19.

Melalui roadmap di atas, diperkirakan dibutuhkan waktu sekitar 3-9 tahun untuk pengembangan dan 4-6 tahun untuk pemantapan akuakultur lobster nasional. Target dan indikator capaian pada tahun ke-1, 2, 5, 10 atau 15 tahun disusun secara terukur yang mencakup variabel luas atau jumlah unit fasilitas produksi (karamba, hatchery, penampungan), jumlah pembudidaya/perusahaan, kinerja produksi dan bisnis serta pendapatan masyarakat dan ekonomi wilayah.

“Indonesia memerlukan perusahaan lobster yang memiliki visi yang kuat, memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi dan terdepan dalam Iptek budidaya,” pungkasnya.

Sumber: republika.co.id
link: https://republika.co.id/berita/qjv17h374/pakar-ipb-tawarkan-roadmap-pengembangan-lobster-nasional

Program by Research

PS Studi Ilmu Akuakultur (S2 dan S3) akan membuka program by research, didukung oleh dosen yang berpengalaman publikasi internasional dan kompeten di bidangnya.

Indeks scopus, google scholar, dan SINTA serta peringkat nasional dosen BDP, Februari 2020

No Nama dosen Nomor ID Peringkat
nasional
Scopus Google scholar SINTA
1 Prof. Dr. Muhammad Zairin Junior 9338394100 e9vkboIAAAAJ 5976150 619
2 Prof. Dr. Muhammad Agus Suprayudi 7801558795 X82m600AAAAJ 5980965 480
3 Prof. Dr. Widanarni 56550047000 a6aL-F4AAAAJ 5981088 885
4 Prof. Dr. Sukenda 57112541000 qDEhojUAAAAJ 5984119 1587
5 Dr. Dedi Jusadi 56627758800 k5lRt9wAAAAJ 5978873 695
6 Dr. Alimuddin 56180822100 lCIsdX0AAAAJ 6082868 789
7 Dr. Odang Carman 56386062700 jcBjFmcAAAAJ 5999749 5871
8 Dr. Agus Oman Sudrajat 9337282400 y0Bkw-oAAAAJ 6004689 8674
9 Dr. Eddy Supriyono 56688550300 zYFv_bcAAAAJ 6004698 6830
10 Dr. Irzal Effendi 57191172801 3DvxO-IAAAAJ 6649835 3490
11 Dr. Kukuh Nirmala 6603793667 ctmCbQsAAAAJ 6649621 2367
12 Dr. Mia Setiawati 57188820671 Yh4qc4EAAAAJ 5985906 3602
13 Dr. Julie Ekasari 55628653100 IB5XS_YAAAAJ 5980950 567
14 Dr. Dinar Tri Soelistyowati 55899404900 ylHRhiUAAAAJ 5988844 15887
15 Dr. Iis Diatin 57151369200 yhGz3kYAAAAJ 5999747 20164
16 Dr. Munti Yuhana 56557108900 dVvG-5kAAAAJ 5988188 2456
17 Dr. Dinamella Wahjuningrum 57192309900 TT_t8T4AAAAJ 5980971 9825
18 Dr. Sri Nuryati 56418547500 TpBtEGoAAAAJ 5985912 3758
19 Dr. Tatag Budiardi 56728792300 eoyQ9MgAAAAJ 6089908 8357
20 Dr. Yani Hadiroseyani 6503867323 qYRQOKMAAAAJ 5981118 13612
21 Dr. Harton Arfah 1qvEZHgAAAAJ 5999750 16593
22 Dadang Shafrudin, MSi. 5Dk8TAYAAAAJ 6186413 31200
23 Rahman, Msi 4948f60905 dpNcMkAAAAAJ 5982591 41467
24 Dr. Yuni Puji Hastuti 57204948295 gkPEvMEAAAAJ 5982362 14867
25 Fajar Maulana, Msi 49137519082 yY7xCisAAAAJ 5975853 47050
26 Dr. Ichsan Achmad Fauzi 56315641900 U7ZxmLUAAAAJ 6679929 17850
27 Wildan Nurussalam, MSi VasHIe8AAAAJ 6704393 65654

Himakua IPB University Bersama Pemuda Pertanian Tebar 2000 Ekor Benih Ikan Lele

Perikanan dan Ilmu K Mahasisw emuda Pertanian bersama dengan Himpunan Akuakultur (Himakua), F elautan (FPIK) IPB akultas University tebar 2000 ekor benih ikan lele di kolam Asrama Putri, Kampus IPB Dramaga, Bogor (11/2). Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa Pemuda Pertanian mengenai cara budidaya ikan konsumsi. “Penebaran benih lele ini juga bertujuan sebagai media
bagi mahasiswa yang ingin belajar cara budidaya ikan dan bertanggung jawab mengenai apa yang sudah ditebar. Kami juga mengajarkan tentang cara pendederan ikan lele yang baik dan benar. Benih yang ditebar berukuran tujuh sentimeter dengan jumlah 2000 ekor. Bila survival rate (SR)-nya mencapai 80 persen maka saat panen, kita bisamenghasilkan panen ikan dua kuintal,” ungkap Muhammad Warid Akbar, Ketua Himakua. (**/Zul