Kembangkan vaksin isolat lokal

Karenanya, Guru Besar IPB University dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Prof. Dr. Sukenda melakukan penelitian. Menurutnya, penggunaan isolat lokal, yang diisolasi dari ikan-ikan sakit pada saat terjadi wabah penyakit, untuk pembuatan sediaan vaksin merupakan solusi yang realistik dan prospektif. Selain itu, penyebab penyakit dapat dikendalikan karena jenis bakteri atau virus yang digunakan sesuai (homolog) dengan vaksin yang dibuat. “Tim peneliti vaksin dari Departemen Budidaya Perairan FPIK IPB University telah berhasil mengembangkan vaksin dari isolat lokal,” ujarnya seperti dikutip dari laman IPB University. Adapun vaksinnya ialah vaksin Streptococcus iniae, vaksin Streptococcus agalactiae, vaksin Aeromonas hydrophila, dan vaksin Mycobacterium fortuitum baik dalam sediaan tunggal maupun campuran. Vaksin tersebut mampu meningkatkan kekebalan ikan terhadap infeksi patogen. Selain vaksin untuk penyakit bakterial, vaksin untuk penyakit viral juga telah kami kembangkan. Vaksin DNA anti Koi Herpes Virus (KHV) mengandung sisipan gen glikoprotein 25 (GP25) yang berasal dari isolat lokal Koi Harpes Virus. Sedangkan vaksin DNA anti KHV mampu meningkatkan kekebalan dan memproteksi ikan mas saat terjadi wabah. Dijelaskan, pengembangan vaksin ikan adalah tugas yang menantang, diantaranya karena: 1. Beragamnya jenis penyakit dan spesies ikan budidaya, dengan tingkat keunikan kerentanan ikan terhadap setiap penyakit yang juga berbeda-beda. 2. Penggunaan vaksin dirasa lebih aman daripada penggunaan antibiotik dalam budidaya perikanan. Ke depannya, untuk mendukung industri akuakultur berkelanjutan, pengembangan vaksin yang berasal dari isolat lokal akan terus dilakukan yang dibarengi dengan pengembangan metode pemberian, evaluasi dan diseminasi. Metode vaksinasi ikan Dijelaskan Prof Sukenda, metode vaksinasi ikan dapat dilakukan melalui tiga cara yaitu: injeksi perendaman oral Pemberian vaksin melalui cara perendaman lebih praktis untuk penerapan pada benih ikan yang masih rentan terhadap serangan penyakit karena sistem kekebalan tubuhnya masih belum sempurna. Baca juga: Manfaatkan Waktu Luang, Mahasiswa IPB Coba Bisnis Ini “Metode infiltrasi hiperosmotik yang kami kembangkan merupakan modifikasi dari metode perendaman untuk mengefektifkan pemberian vaksin,” katanya. Metode ini dilakukan dengan menggunakan media yang dibuat hipertonik dari tubuh ikan dengan memberikan kejutan salinitas sehingga jumlah vaksin yang diserap lebih banyak. “Hasil penelitian menunjukkan vaksinasi ikan nila secara infiltrasi hiperosmotik dengan kejutan salinitas sampai 20 gram perliter selama lima menit mampu meningkatkan proteksi ikan terhadap serangan bakteri S. agalactiae,” jelas Prof. Sukenda.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Guru Besar IPB Temukan Vaksin Ikan untuk Budidaya Akuakultur”,
Klik untuk baca: https://edukasi.kompas.com/read/2020/11/27/112941271/guru-besar-ipb-temukan-vaksin-ikan-untuk-budidaya-akuakultur?page=all.

Pelatihan Pengembangan dan Peningkatan Produksi dan Usaha Rumput Laut Gracilaria sp

Pelatihan Pengembangan dan Peningkatan Produksi dan Usaha Rumput Laut Gracilaria sp di Desa Cemara, Kec.Cantigi, Kab. Indramayu

 

Pelatihan Pengembangan dan Peningkatan Produksi dan Usaha Rumput Laut Gracilaria sp diselenggarakan oleh PT Roda Bahari bekerja sama dengan Departemen Budidaya Perairan, FPIK-IPB. Staf pengajar dari Departemen Budidaya Perairan berperan serta  sebagai narasumber dalam pelatihan tersebut.  Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pembudidaya dalam meningkatkan produksi rumput laut di Desa  Cemara, Kec.Cantigi, Kab. Indramayu

Acara  ini dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2019 dengan  narasumber  Dr. Irzal Effendi dan Dr. Iis Diatin.

Focus Group Discussion (FGC) dengan Pemda Kabupaten Anambas

Pendampingan Tenaga Perikanan Budidaya Laut pada Acara Focus Group Discussion (FGC) dengan Pemda Kabupaten Anambas

 

Focus Group Discussion (FGC) diselenggarakan oleh Kerabat Anambas Jabodetabek (KAJ) bekerjasama dengan Departemen Budidaya Perairan, FPIK-IPB sebagai penyedia tenaga ahli.  Acara ini bertujuan untuk melakukan pendampingan sebagai tenaga ahli dalam FGD dalam acara ‘Anak Kampong Anambas Sedunia Balek Kampong.

Irzal Effendi

 

 

Acara  ini dilaksanakan pada tanggal 20-22 April 2019 dengan  narasumber  Dr. Irzal Effendi.

Seminar Proposal Perekayasaan Teknologi Tahun 2019 di Balai Produksi Induk Unggul dan Kekerangan (BPIU2K), Karangasem, Bali

Seminar Proposal Perekayasaan Teknologi Tahun 2019 di Balai Produksi Induk Unggul dan Kekerangan (BPIU2K), Karangasem, Bali

 

Kegiatan Seminar Proposal Perekayasaan Teknologi Tahun 2019 di Balai Produksi Induk Unggul dan Kekerangan (BPIU2K), Karangasem, Bali

dilaksanakan dengan narasumber dari Departemen Budidaya Perairan, FPIK-IPB. Acara ini bertujuan untuk menelaah proposal perekayasaan kegiatan yang akan dilakukan oleh BPBAT dan memberikan masukan untuk perbaikan kegiatan di tahun 2019.

Acara  ini dilaksanakan pada tanggal 12-14 Maret 2019 dengan narasumber Dr. Alimuddin.

Pelatihan Budidaya Air Payau (Bandeng/Udang)Berbasis di Lingkungan di Kronjo, Kab. Tangerang

Pelatihan Budidaya Air Payau (Bandeng/Udang)Berbasis di Lingkungan di Kronjo, Kab. Tangerang

 

Kegiatan Pelatihan Budidaya Air Payau (Bandeng/Udang) Berbasis di Lingkungan  diselenggarakan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang  bekerjasama dengan Departemen BDP, FPIK-IPB  dalam hal penyediaan narasumber pada kegiatan tersebut. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam membudidayakan bandeng dan udang yang berbasis lingkungan.

 

Acara  ini dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2019 dengan narasumber Dr. Kukuh Nirmala, Dr. Eddi Supriyono, Dr. Yuni Puji Hastuti dan Wildan Nurussalam, SPi. MSi.

Pendampingan Teknologi Mikrobuble untuk Budidaya Udang Vaname

Pendampingan Teknologi Mikrobuble untuk Budidaya Udang Vaname

Eddy SupriyonoAcara Pendampingan Teknologi Mikrobuble untuk Budidaya Udang Vaname’ dilakukan oleh salah seorang dosen Departemen BDP, FPIK-IPB yaitu Dr Eddi Supriyono di Kabupaten Tegal Jawa Tengah dan Kabupaten Gresik, Jawa Timur.  Acara yang dinisiasi oleh Badan Riset dan Sumberdaya Manusia, Kementerian Kelautan dan Perikanan ini bertujuan untuk ini bertujuan untuk mendampingi pihak terkait dalam megaplikasikan teknologi mikrobubble untuk budidaya udang vaname.

 

Acara  ini dilaksanakan pada tanggal 23-26 Juli 2019 .